Jawa Tengah, BeritaTKP.com – Seorang warga asal Desa Kanoman, Kecamatan Karangnongko, Klaten, Jawa Tengah bernama Trimo ,47, tewas usai melakukan duel maut bersama dengan sahabat karibnya yaitu Sole ,60,. Duel maut itu terjadi di kediaman Sole yang terletak di Dusun Bangunrejo Kidul, Desa Granting, Kecamatang Jogonalan, Klaten, Jawa Tengah.

Kasi Humas Polres Klaten Iptu Abdillah mengatakan bahwa korban menderita luka bacokan senjata tajam.

“Luka bacokan dengan parang setelah ribut. Korban meninggal di lokasi kejadian atau rumah pelaku,” kata Abdillah, Sabtu (23/10/2021).

Abdillah menyebutkan bahwa pelaku langsung menyerahkan diri ke polisi usai melakukan aksinya.

“Jadi pelaku itu tidak melarikan diri. Setelah kejadian, pelaku langsung menyerahkan diri ke ketua RW dan diantarkan ke Polsek,” jelasnya.

Secara terpisah, anak korban, Galang, mengatakan bahwa dia mendengar kabar jika ayahnya meninggal sekitar pukul 22.00 wib tadi malam.

“Saya tahu dikabari oleh teman depo pasir. Kabarnya bapak berkelahi dan saya langsung ke sana langsung,” ungkap Galang.

“Sampai lokasi depan rumah saya dipegang orang banyak. Setelah tahu bapak meninggal saya merasa sangat down, saya dilarang masuk oleh polisi,” lanjutnya.

Menurutnya, dirinya tidak sempat melihat luka ayahnya. Tapi ayahnya dinyatakan meninggal di lokasi kejadian.

“Meninggal di TKP tapi saya tidak diberitahu lukanya dibagian mana. Pelaku sudah melarikan diri, katanya menyerahkan diri ke Polsek,” imbuh Galang.

Galang mengaku tidak menduga ayahnya yang merupakan sahabat karib pelaku akan meninggal seperti itu. Sebab pelaku juga sering main ke rumah korban.

“Kawan karib itu, kadang suka main ke rumah saya metik durian dan main gitar. Teman akrab sebenarnya, saya tidak menduga hal ini akan dilakukan oleh dia,” kata anak kedua korban itu.

Pantauan di lokasi, rumah yang menjadi lokasi kejadian terlihat sepi. Rumah yang bagian depan tidak dihuni itu pintunya tertutup rapat.

Pintu belakang samping tempat pelaku tinggal dan lokasi kejadian yang sempat terpasang garis polisi kini sudah dilepas.

Sementara itu, tetangga rumah pelaku, Hadrio, mengatakan tidak mengetahui kejadian persis duel maut itu. Warga sekitar baru tahu setelah polisi berdatangan ke lokasi.

“Saya nggak tahu kejadiannya seperti apa. Tahu ya setelah ada pak polisi dua mobil datang ke sini,” kata Hardio.

Selama ini pelaku tinggal seorang diri sebab keluarganya berada di Bandung. Sering ada temannya datang tapi warga juga tidak paham siapa itu.

“Sering temannya datang tapi warga tidak tahu. Apalagi rumahnya paling pojok dekat sawah,” imbuh Hardio.(RED)