Trenggalek, Berita TKP – Minggu (24/10/2021) Kapolres Trenggalek AKBP Dwisasi Wiyatputera menindak tegas salah satu anggota polisi yang terlibat kasus asusila, dengan me-mutasi anggotanya.

Diketahui pelapor merupakan perempuan asal Trenggalek berinisial AT (36), sedangkan terlapor merupakan anggota Polisi berinisial AF (39), berpangkat Bripka. Anggota polisi tersebut diduga telah menjalin hubungan gelap dengan salah satu istri Almarhum anggota polres Trenggalek hingga hamil.

AT mengaku sudah menjalin hubungan khusus hingga hamil sejak suaminya meninggal dunia. Padahal, AF adalah aggota polisi yang sudah berkeluarga. Mendiang suami AT sendiri adalah mantan anggota Polres Trenggalek. Sejak saling kenal, keduanya semakin dekat hingga menjalin hubungan khusus.

Korban melapor ke Propam Polda Jawa Timur, karena merasa sakit hati dan merasa Bripka AF ingkar janji “Dia harus bertanggung jawab atas hak anak dan saya,” terang korban.

Atas kasus tersebut, Kapolres Trenggalek telah mengambil tindakan terhadap pelaku, yakni dimutasi non jabatan. Sebab kasus masih dalam proses pemeriksaan oleh Propam“Saat ini Bripka AF sudah dimutasikan dalam rangka pemeriksaan. Mutasi non jabatan staf sambil menunggu putusan,” ucap AKBP Dwisasi, Minggu (24/10/2021).

AKBP Dwisasi mengatakan, perbuatan pelaku yakni Bripka AF, yang diduga telah menghamili seorang perempuan dan tidak bertanggung jawab, termasuk perbuatan asusila yang bertentangan dengan norma-norma kesusilaan di masyarakat Indonesia.

Atas kasus tersebut, Bripka AF diduga melanggar pasal 11 huruf C Perkapolri 14/2021 yakni, setiap anggota Polri wajib menaati dan menghormati norma kesusilaan, norma agama, norma hukum dan nilai-nilai kearifan lokal.

Korban berharap, jika pelaku tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya, maka pelaku harus dipecat, sesuai surat pernyataan yang sudah dibuat dan ditandatangani sendiri oleh pelaku “Dalam surat peryataan itu, dia (AF) menyatakan mau bertanggung jawab menikah siri dengan saya dan berani dipecat dari Kedinasan jika dia ingkar janji,” tutur AT.

Korban juga berharap jika AF tidak mau bertanggung jawab maka dia harus dipecat sesuai surat pernyataan yang dia buat, tidak hanya dinutasi.(Dlg)