Sulawesi Selatan, BeritaTKP.com – Seorang Tenaga Kesehatan (Nakes) yang pernah bekerja di Puskesmas Paccerekkang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) berhasil ditangkap oleh polisi. Nakes tersebut ditangkap lantaran membuat 179 lembar surat vaksin palsu.

“Kami sudah mengamankan pelakunya dua orang berinisial FT kemudian satu lagi berinisial WD,” ucap Wakasat Reskrim Polrestabes Makassar AKP Jufri Natsir saat jumpa pers, Senin (25/10/2021).

Jufri mengatakan, FT adalah orang yang membantu mencari warga yang hendak melakukan perjalanan jauh namun enggan untuk divaksin. FT menawarkan kepada warga surat vaksin tanpa harus divaksin.

“WD di rumahnya dengan komputernya membuat surat vaksin yang seolah-olah orang yang menggunakan surat vaksin itu sudah divaksin,” ungkap Jufri .

Menurut Jufri, FT dan WD sudah melakukan aksinya sejak bulan Juli 2021 hingga 17 September lalu. Keduanya sudah memproduksi 179 lembar surat vaksin palsu.

“Masyarakat yang sempat menggunakan surat vaksin palsu yaitu sebanyak 179 orang dengan biaya per satu surat vaksin Rp 50 ribu. Kami menyita barang bukti uang sejumlah Rp 9 juta hasil dari penjualan dari tersangka,” beber Jufri.

Jufri mengatakan, surat vaksin yang dibuat sendiri oleh kedua tersangka memang dapat digunakan dan terkoneksi dengan aplikasi PeduliLindungi.

Menurut dia, hal ini terjadi karena FT sendiri pernah bekerja di Puskesmas Paccerekkang, Makassar. FT juga pernah bertugas sebagai nakes vaksinasi massal di Puskesmas dan mempunyai akses ke penginputan orang-orang yang telah divaksin kala itu.

“Jadi benar-benar terkoneksi ke aplikasi PeduliLindungi dan bisa digunakan. Jadi ada manipulasi sistem dalam kasus ini,” katanya.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 35 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2001 Tentang Informasi Elektronik dan Undang-Undang Kesehatan Pasal 55 Ayat 1 sehingga terancam hukuman 12 tahun penjara hingga denda Rp 12 miliar.

(RED)