SURABAYA, BeritaTKP.com – Seorang pria berprofesi ojek online (ojol) ditangkap oleh Aparat Satreskoba Polrestabes Surabaya. Pria asal Surabaya itu tidak hanya bekerja sebagai ojol, melainkan ia bekerja sambilan sebagai pengedar narkoba. Karena hal itulah ia ditangkap. Dengan mengandalkan profesinya sebagai ojol, pria ini mengantarkan paket sabu ke berbagai pelanggannya.

Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya menjelaskan bahwa pengungkapan ini berawal dari adanya laporan dari masyarakat yang curiga dengan gerak-gerik DW (41). Ia kerap bertransaksi dengan orang lain dan bertingkah mencurigakan di luar profesinya sebagai ojol.

Setelah salah seorang warga melaporkan kecurigaannya kepada polisi, para penyidik Satresnarkoba pun akhirnya bergerak. Mereka kemudian menangkap DW di rumahnya di Jalan Sidodadi Simokerto Surabaya.

“Pada saat digeledah, ditemukan barang bukti berupa sabu yang berada di dalam tas milik DW,” kata Daniel, Senin (25/10).

Dari penggerebekan tersebut, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa 5 poket sabu siap edar. Masing-masing paket itu berisi sabu seberat 0,33 gram, 0,34 gram, 0,34 gram, 0,35 gram, 1,88 gram, dan 1,53 gram. Menurutnya, paket-paket sabu ini akan segera diantarkan ke para pembelinya.

 

“Selain 5 poket sabu, kita juga mengamankan barang bukti lainnya diantaranya berupa 1 pak plastik klip, 2 skrop dari plastik, 1 tempat kaca mata, 1 HP Vivo warna biru, dan HP Nokia kecil warna merah,” pungkas Daniel.

DW menerangkan bahwa ia mendapatkan barang haram tersebut dari UD dengan harga Rp1,1 juta per gramnya. Setelah dapat sabu itu, DW kemudian membagi dan mengemasnya dalam plastik klip kecil untuk dijual kepada para pelanggannya.

“Tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) Subsider Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” ucap Daniel. (k/red)