Sidoarjo, BeritaTKP.com – Sekumpulan pemuda asal Sidoarjo melakukan aksi pengeroyokan terhadap salah satu orang yang diduga menggoda salah satu pacar dari temannya. Motif pengeroyokan disebabkan karena ada rasa kesal dan cemburu.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan dari para pelaku, mereka mengeroyok para korban lantaran tersinggung oleh tingkah korban yang menggoda pacar salah satu pelaku. Saat itu, para korban juga tengah terpengaruh oleh minuman alkohol. Selain itu, korban juga mendorong serta menyenggol pelaku.

“Motifnya karena cemburu dan tersinggung,” tutur Wahyu, pada Selasa (26/10).

Setelah diselidiki lebih lanjut, pengeroyokan yang terjadi pada Minggu (24/10) itu murni diakibatkan oleh permasalahan yang terjadi ketika itu. Keduanya tak terlibat organisasi tertentu dan tidak memiliki dendam lain sebelumnya.

“Mereka ini ada yang pengamen, ada yang bekerja sebagai buruh. Bukan preman. Mereka juga bukan dari kelompok silat, karena kami tidak menemukan atribut seperti itu di TKP,” ujar Wahyu.

Saat ini pihak kepolisian masih mengejar tiga orang pelaku lainnya. “Ada tiga pelaku lain yang masih kami kejar. Saat mengamankan tiga pelaku ini, kami mengamankan sebuah barang bukti berupa topi dan sebuah bambu yang dipakai pelaku untuk memukul korban,” ucap Wahyu.

Peristiwa pengeroyokan ini menimpa tiga korban berinisial, HP, SV, dan KA. Pada saat itu mereka sedang menongkrong di sebuah warung kopi. Tiga pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka yaitu berinisial WPR, ABP, dan DM alias Bogel bersama kawanan lainnya mengeroyok para korban setelah perselisihan yang terjadi akibat korban menggoda pacar tersangka. Dalam pengeroyokan ini, KA mendapat luka berat hingga nyawanya tidak dapat tertolong.

Atas perbuatan mereka, para tersangka terancam dijerat dengan pasal berlapis yaitu Pasal 170 ayat 2 (3e) KUHP dengan mendapat ancaman 12 tahun penjara, Pasal 179 ayat 2 (2e) KUHP dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara, dan Pasal 353 ayat 3 KUHP dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara.

“Yang terakhir, tindak pidana penganiayaan secara berencana yang mengakibatkan korban luka berat sebagaimana dimaksud dalam pasal 353 ayat 2 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara,” imbuh Wahyu. (k/red)