Jember, BeritaTKP.com – Peredaran uang palsu ternyata masih ditemui di Indonesia. Seorang pria bernama Junaedi ,31, asal Dusun Krajan, Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember berhasil diringkus oleh Polsek Ledokombo karena terbukti telah melakukan aksi sindikat peredaran uang palsu.

Polsek Ledokombo telah menemukan sejumlah barang bukti berupa uang palsu senilai Rp 2.750.000

Kapolres Jember, AKBP Arif Rachman Arifin melalui Kapolsek Ledokombo, Iptu Setyono Budhi Santoso menjelaskan bahwa seorang yang diduga menjadi pengedar uang palsu itu ditangkap di pinggir jalan Dusun Pasar, Desa Ledokombo, Kecamatan Ledokombo, Jember tepatnya di perlintasan rel Kereta Api.

“Pengungkapan dan penangkapan pelaku yang berinisial JND bermula dari adanya laporan masyarakat di tempat tersebut bahwa disana sering dijadikan sebagai tempat untuk transaksi jual-beli uang palsu,” kata Kapolsek Ledokombo.

Ditemukan juga sejumlah barang bukti lainnya yaitu sebanyak 25 lembar uang pecahan seratus ribu rupiah tahun emisi 2014 dan tahun emisi 2016, dua lembar uang pecahan sepuluh ribu rupiah tahun emisi 2013 dan tahun emisi 2016 serta 10 lembar uang pecahan lima ribu rupiah tahun emisi 2016.

“Tersangka mengaku membeli Uang Palsu (Upal) dari seseorang melalui aplikasi Facebook dengan harga beli sebesar Rp. 500.000 dan kemudian uang palsu tersebut rencananya akan dijual kembali oleh tersangka kepada seseorang yang mengaku bernama H. Ilmi dengan harga jual sebesar Rp. 1.000.000,” pungkas Iptu Setyono Budhi Santoso, pada Rabu (27/10).

Tersangka yang telah dikethaui mengedarkan atau menyuruh mengedarkan uang serupa dengan yang asli dan yang tiada dipalsukan tersebut diancam dengan Pasal 36 ayat (2) Jo Pasal 26 ayat (2) UU RI No. 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang Sub Pasal 245 KUHP. (k/red)