Kediri, BeritaTKP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) kerjasama dengan 47 perusahaan dengan membuka 7000 lapangan pekerjaan guna mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Kediri.

Upaya Disnaker dengan menggelar Job Fair Bursa Kerja secara online yang resmi dibuka oleh Bupati Kediri H.Hanindhito Himawan Pramana, S.H diwakili Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa, S.T bertempat di Pendopo Panjalu Jayati Kabupaten Kediri, mulai pendaftaran online 27 Oktober-31 Desember 2021.

Kabupaten Kediri dengan jumlah penduduk sebesar 1.635.294 jiwa tingkat pengangguran yang cukup tinggi, karena pandemi sangat berdampak kesehatan, namun juga berdampak pada lapangan pekerjaan.

Angka pengangguran di Jawa Timur selama pandemi covid-19 naik sebesar 2, 03 persen atau berjumlah 466.015 jiwa. Pemkab Kediri melalui Disnaker Kabupaten Kediri bekerjasama dengan 47 perusahaan untuk membuka 7.000 lowongan pekerjaan guna mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Kediri.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa, ST pada Rabu (27/10/2021) mengatakan, pelaksanaan bursa kerja Job Fair tahun ini diikuti 47 perusahaan dengan 7000 lowongan pekerjaan yang bisa dimanfaatkan masyarakat Kabupaten Kediri “Pemkab Kediri berupaya terus membuka jaringan masyarakat bisa diberikan pekerjaan dengan membuka link-link semoga banyak memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.”

“Pihaknya juga memberikan pelatihan yang mungkin masyarakat ingin membuka usaha sendiri kita akan memfasilitasinya, ” ucap Mbak Wabup.

Wabup juga berharap kepada seluruh masyarakat bisa lulus seleksi yang diinginkan sesuai dengan kompetensinya. Yang belum lulus bisa ikut pelatihan-pelatihan bisa mengembangkan skillnya usaha sendiri dan lebih mandiri. Tidak semua jadi karyawan jadi pengusaha lebih menarik sebenarnya.”Semoga tahun depan pandemi sudah selesai. Kita lebih sering mengadakan Job Fair secara terbuka atau kita mengadakan Mini Job Fair. Kalau masa pandemi masih mengadakan satu tahun sekali dengan sistim online, ” tutup Mbak Wabup.

Menurut Kepala Disnaker Kab Kediri. Dwi Hari Winarno mengatakan, pelaksanaan bursa kerja tahun ini sebanyak 47 perusahaan. Pihaknya berupaya dengan bursa kerja ini bisa maksimal mungkin bisa terisi sesuai dengan kompetensi.”Tadi juga disampaikan Wabup bahwa tidak semua menjadi pekerja formal, bisa buka usaha baru dengan mengikuti pelatihan yang diberikan dari Disnakertrans.”

Lanjut Dwi bahwa tahun ini kita sudah menggalang kerjasama pelatihan dengan perusahaan. Artinya, nanti Pemda menyiapkan anggaran untuk pelatihan dengan syarat penempatan kerja.

Tahun ini, sudah si mulai dengan PT SMS yang di Kras kerjasama untuk pelatihan operator mesin produksi. Insya Allah kedepan menjadi hal yang sangat positif. Tentunya, harus disambut baik oleh perusahaan “Kemarin, kita tawarkan ke perusahaan lain itu masih belum siap karena masih kondisi pandemi. Kalau pandemi sudah berakhir, kita bekali kompetensi segera tersalurkan sehingga pengganguran semakin menurun.”

Sementara itu, Jumadi, ST, MM selaku Kabid Transmigrasi dan Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kab Kediri mengatakan, bahwa kegiatan bursa kerja pada masa pandemi ini secara umum saat ini yang bisa dilakukan bursa kerja dilakukan secara online.

Kita tidak ingin klaster-klaster baru, kondisi saat ini meski covid-19 sudah mereda level juga sudah turun. Langkah ini yang terbaik untuk mempertemukan antara perusahaan dengan pencari kerja lewat online.”Dan, juga langkah upaya Pemkab Kediri untuk mengurangi dan menekan angka pengangguran yang ada di Kabupaten Kediri, karena dampaknya sangat luar biasa pandemi ini semua ikut merasakan, ” ucapnya.

Menurutnya, untuk bursa kerja tahun ini diikuti perusahaan sebanyak 47 perusahaan dalam waktu yang agak panjang, pencari kerja bisa mendaftar sampai tanggal 31 Desember 2021.”Diharapkan dalam waktu 2 bulan nanti ada tambahan-tambahan perusahaan lagi, yang ikut bursa kerja, ” harapnya.

Lanjut Jumadi bursa kerja melalui online ada sedikit kendala, masih pada saat upload dari masing-masing perusahaan, karena tidak semua perusahaan melek digital. Ada beberapa perusahaan masih terkendala dengan sistim yang baru, karena mereka masih terbiasa offline.”Kedepan pelaksanaan bursa kerja dengan secara online bisa memberikan pembelajaran kepada perusahaan dan masyarakat dalam mencari pekerjaan melalui sistim online”. (Dlg)