Surabaya, BeritaTKP.com – Dua orang pria yang bernama Fahmi Azhari dan Calvin Aristiawan dituntut 16 tahun penjara lantaran telah menjadi perantara pengedaran sabu sebanyak 5 kg. Selain hukuman badan, jaksa penuntut umum (JPU) Ahmad Muzakki juga menuntut tersangka pidana denda sebesar Rp 8 miliar subsidair 4 bulan kurungan.

Penangkapan ini berawal pada Minggu (13/6/2021). Terdakwa Fahmi menerima sabu dari Asep (DPO). Warga asal Kuningan Jakarta itu mengambil sabu yang dikemas dalam 5 bungkus teh Cina di dalam gorong-gorong di depan pabrik di Kabupaten Deli Serdang.

Kemudian pada (17/6/2021), pemuda 26 tahun itu berangkat ke Jakarta dengan membawa paket sabu menggunakan pesawat sesuai perintah dari Asep. Sampai di tujuan, Fahmi dijemput Calvin di Bandara Soekarna-Hatta menggunakan mobil.

Sebelumnya, Calvin dihubungi Fahmi dan mengatakan akan mengantarkan 5 paket sabu kepada pembeli yang memesan kepada Asep. Selain itu, terdakwa yamg berprofesi sebagai penjual kaus itu menyampaikan akan diberi upah sebanyak Rp 20 juta. Sedangkan Calvin Rp 10 juta.

Kedua terdakwa lalu menuju kota Kediri sesuai arahan Asep. Mereka kemudian menyewa kamar hotel. Kemudian para terdakwa masuk kamar dan meranjau 1 bungkus teh Cina di atas plafon kamar mandi kamar nomor 121.

Selanjutnya para terdakwa keluar kamar dan menitipkan kunci kamar kepada resepsionis dan meninggalkan hotel. Mereka lalu masuk ke dalam mobil. Namun nasib apes malah menimpa mereka, sebelum para terdakwa meninggalkan hotel, mereka malah ditangkap oleh anggota Polrestabes Surabaya.

Saat digeledah pada mobil yang dikendarai para terdakwa ditemukan sejumlah barang bukti berupa 4 bungkus paket sabu dimana berat masing-masing 1.075 gram, 1.050 gram, 1.050 gram, dan 1.075 gram di ransel hitam. Sedangkan penggeledahan di dalam kamar ditemukan 1 paket sabu seberat 0,954,36 gram.

“Menuntut, menyatakan para terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana sesuai ketentuan pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” papar JPU, Rabu (24/11/2021).

(k/red)