Surabaya, BeritaTKP.com – Perlakukan bejat dilakukan oleh seorang perempuan yang berasal dari Dusun Suko, Kecamatan Sumbersuko, Lumajang. Perempuan yang bernama Nesa (41) tersebut tega menipu 29 perempuan yang ia janjikan untuk kerja di Bali. Namun malah dijadikan pekerja seks komersial (PSK) di Lumajang.

Setelah beroperasi selama dua tahun, aksi pelaku akhirnya terendus polisi. Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jawa Timur menangkap Nesi di rumahnya pada Selasa (16/11/2021). Nesi pun ditetapkan sebagai tersangka kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko menjelaskan bahwa terungkapnya kasus itu bermula dari korban berinisial TR yang kabur melompat tembok belakang rumah tersangka pada Senin (15/11/2021). Korban kabur dengan kondisi dahi sampai kaki terluka dan berdarah.

“Korban sempat menghubungi travel menuju Surabaya. Setibanya di Surabaya ia meminta tolong kepada RT setempat lalu melapor ke pihak kepolisian,” jelasnya, Kamis (25/11/2021).

Mendapati laporan dari korban, polisi dari Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Jatim langsung bergerak menuju lokasi penampungan puluhan perempuan yang akan dipekerjakan sebagai PSK oleh tersangka. “Di sana tim menangkap pelaku dan mengamankan sebanyak 29 perempuan yang enam di antaranya masih di bawah umur,” terang Gatot.

Menurut keterangan dari para korban, Nesi yang mempunyai panggilan karib Mami Ambar, mulanya menjanjikan korbannya menjadi pemandu lagu atau ladies companion (LC) di Bali. Namun, para perempuan yang ditampungnya di Wisma Penantian itu malah dipekerjakan untuk melayani pria hidung belang.

“Janjinya akan digaji sebanyak Rp 5-15 juta, tetapi dipekerjakan sebagai wanita tuna susila,” imbuh Gatot.

Atas perbuatannya, perempuan tersebut dijerat dengan Pasal 2 Jo Pasal 17 dan atau Pasal 12 Undang-undang RI Nomor 21 Tahun 2008 tentang TPPO dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

(k/red)