Jember, BeritaTKP.com – Pelaku pencabulan anak usia dibawah umur, Rahmat Hidayat, kini telah dipidana enam tahun penjara dan didenda sebesar Rp 50 juta subsider empat bulan kurungan oleh majelis hakim yang diketuai oleh Totok Yanuarto dalam sidang di Pengadilan Negeri Jember, Rabu (24/11/2021) malam.

Dosen dari Universitas Jember tersebut dinyatakan terbukti bersalah setelah melakukan tindak pidana kekerasan atau ancaman kekerasan, serta perbuatan cabul terhadap anak usia dibawah umur. Terdakwa mengikuti persidangan secara daring di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A Jember.

Majelis hakim menilai terdakwa berbelit-belit saat memberikan keterangan di persidangan. Ini memberatkan pertimbangan masa hukuman, selain status terdakwa sebagai dosen. Namun sikap terdakwa yang sopan dan belum pernah dihukum menjadi pertimbangan meringankan.

Faiq Assiddiqi, selaku penasehat hukum Rahmat Hidayat, merasa sedih dengan putusan tersebut. “Meskipun kami sebagai penasihat hukum juga mengetahui bahwa ketentuan pidana jika terbukti bersalah sesuai tuntutan jaksa penuntut umum, dakwaan kedua, paling sedikit pidana penjaranya lima tahun dan paling banyak 15 tahun,” pungkasnya.

Penasihat hukum sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membela Rahmat Hidayat. Upaya hukum banding tergantung pada Rahmat.

Penasihat hukum akan memberikan saran dan pertimbangan. “Pasti saran yang akan kami sampaikan ada beberapa hal. Beberapa hal itu menyangkut hal yang sangat penting bagi kepentingan hukum terdakwa,” tutur Faiq.

(k/red)