Polda Jatim Wadul Dewan Pers Jatim

aaaaSurabaya, BeritaTKP.Com – Penangkapan bos tempat dugem Club Penthouse Yulia Sasongko dalam kasus Narkoba beberapa minggu lalu oleh tim Polda Metro Jaya jadi sorotan awak media. Dari pantauan Buser Kriminal ini, diduga Polda Jatim kecolongan karena wilayah hukumnya di obok-obok Polda Metro Jaya.

Saat dikonfirmasi melalui Kabid Humas Polda Jatim Kombes Argo Wiyono. “Tahu dari mana? Siapa yang menangkap!! Langsung tanyakan saja ke Polda Metro Jaya,” cetus Kabid Humas Argo, Selasa (18/10/16).

Disinggung terkait wilayah hukum Polda Jatim kecolongan oleh Polda Metro Jaya dalam penangkapan bos Club malam yang ditangkap kedapatan membawa narkoba jenis ekstasi 800 butir dikemas dalam plastik. “Kok, kecolongan, wong kita tahu kok!! Coba saya tanya dewan pers apa arti kecolongan kebetulan ketua Dewan Pers juga ada di Surabaya dalam pertemuan media sejawa timur,” tutur Argo.

Pernyataan Humas Polda Jatim saat dikonfirmasi terkait tertangkapnya Yulia Sasongko bos club malam menimbulkan kesan adanya dugaan adu domba antara wartawan yang bertugas mencari berita di lapangan dengan pihak Dewan Pers. Hal ini nampak ketidak profesionalan sebagai mitra masyarakat yang membutuhkan informasi yang terbuka. Pasalnya, Kabid Humas Argo wadul (ngadu-red) langsung ke dewan pers terkait wawancara  ini Polda Jatim  kecolongan atas penangkapan Yulia Sasongko oleh  Polda Metro Jaya.

Seperti yang dilansir koran Bidik di Surabaya sebelumnya, penggerebekan yang dilakukan oleh tim Polda Metro Jaya di salah satu rumah di Perumahan Graha Famili Blok L nomor 17 Surabaya beberapa waktu lalu, berhasil mengamankan Yulia Sasongko. Dari tangan Yulia, polisi berhasil mengamankan narboba jenis ekstasi 800 butir yang dikemas dalam plastik.

Atas perbuatannya, Yulia dapat dijerat pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun serta denda pidana paling sedikit Rp 800 juta rupiah dan paling banyak Rp 8 miliar.    @Sulaiman