Surabaya, BeritaTKP.com – Satres narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak telah berperan aktif dalam memerangi narkoba. Selama tiga bulan, dari bulan Oktober hingga Desember 2021 pihaknya telah mengungkap beberapa kasus penyalahgunaan narkoba. Hasilnya sabu seberat 6,5 kg dan pil ekstasi sebanyak 1660 butir telah berhasil dimusnahkan.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Anton Elfrino Trisanto mengatakan semua barang bukti yang ia dapat tersebut ialah hasil dari 57 pelaku yang sebelumnya sudah ditangkap oleh anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

“Dari keseluruhan pengungkapan ini, kami mengamankan 57 tersangka dengan berbagai rentan umur. Sehingga saya ingatkan bahwa narkoba adalah kejahatan yang serius,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Anton Elfrino Trisanto, Rabu (22/12/2021).

Anton mengapresiasi kerja keras petugas Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak bersama dengan Bea Cukai dan sinergi dengan masyarakat dalam memerangi narkoba. Baginya, masyarakat memiliki peranan paling penting untuk bisa menghempas peredaran narkoba.

“Kami akan terus meningkatkan kinerja agar Surabaya bisa terhindar dari peredaran narkoba, karena mampu merusak generasi muda. Sehingga untuk masyarakat yang mengetahui adanya peredaran narkoba jangan segan untuk melaporkan kepada pihak yang berwajib,” pungkasnya.

Dalam kegiatan ini turut hadir BNNK Surabaya, Kejari Surabaya, serta para pejabat Polres Pelabuhan Tanjung Perak yang ikut melakukan pemusnahan barang bukti narkotika tersebut di halaman Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Kapolres memastikan dengan dimusnahkannya narkoba berarti pihaknya telah menyelamatkan jutaan orang untuk mencegah peredaran barang haram tersebut ke masyarakat.

“Untuk sabu tersebut pengiriman dari luar negeri yaitu Malaysia masuk ke wilayah Jawa Timur. Kemudian kita juga mengantisipasi untuk tahun baru bahwa tahun ini tidak ada kegiatan apa-apa karena kita masih dalam suasana pandemi covid 19,” imbuhnya.

(k/red)