Kupang, BeritaTKP.com – Seorang Warga Negara (WN) Timor Leste bernama Vicente Ferrer Hornai Soares ,32, buronan kasus pembunuhan dan pemerkosaaan yang diduga dilakukan di Timor Leste, berhasil ditangkap polisi. Vicente berhasil ditangkap di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Vicente Feerer Hornai Soares sebelumnya diamankan pihak kepolisian karena diduga masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus pemerkosaan dan pembunuhan yang dilakukan yang bersangkutan di Timor Leste,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang, Darwanto, Senin (27/12/2021).

Darwanto mengatakan bahwa Vicente akan langsung dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kupang, NTT. Darwanto menyebut Vicente telah melanggar tindak pidana keimigrasian dengan memasuki wilayah Indonesia, yakni NTT, secara ilegal.

Tindakan deportasi bermula dari informasi Sat Intelkam Polres Kabupaten Kupang tentang seorang WN Timor Leste yang diamankan karena diduga sebagai DPO kasus pemerkosaan dan pembunuhan. Tim Inteldakin Imigrasi Kupang pun membawa orang tersebut menuju Atambua, Kabupaten Belu, untuk selanjutnya menuju Timor Leste melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain.

Di sana, Darwanto juga menjelaskan bahwa tim bertemu dengan pihak Konsulat Timor Leste di Atambua guna melakukan pendampingan menuju wilayah perbatasan antarnegara. Setelah menyelesaikan administrasi keimigrasian, kata Darwanto, tim langsung bergerak menuju daerah Batugede Timor Leste untuk menyerahkan warga tersebut.

“Warga yang dideportasi kemudian diserahkan kepada Kepala Intelijen Timor Leste di Batugede,” tuturnya.

Lebih lanjut, Darwanto menekankan bahwa deportasi ini menunjukkan koordinasi dan sinergi bersama instansi terkait terus berjalan dalam mengawasi keberadaan dan kegiatan orang asing di wilayah, “Ke depannya kami terus memperkuat koordinasi untuk mengawasi orang asing demi tegaknya kedaulatan bangsa,” katanya.

Adapun Vicente Feerer Hornai Soares melanggar tindak pidana keimigrasian sebagaimana dimaksud pada Pasal 113 dan Pasal 119 ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Vicente dikenakan tindakan administratif keimigrasian berupa deportasi ke negara asalnya. (RED)