Sumatera Selatan, BeritaTKP.com – Dua orang pria bernama Sulaiman ,22, dan Tedi Purwanto ,22, harus berurusan dengan polisi. Keduanya ditangkap karena melakukan pemerkosaan terhadap dua bocah dibawah umur.

“Benar, kita menangkap dua pria terkait kasus yang persetubuhan anak di bawah umur dengan modus dan dua korban yang berbeda. Korban sama-sama usia 12 tahun,” kata Kapolres Musi Banyuasin (Muba) AKBP Alamsyah Peluppesy, Senin (27/12/2021).

Kasatreskrim Polres Muba AKP Ali Rajikin mengatakan Sulaiman ditangkap atas laporan dari keluarga korban yang berinisial IF ,12,. Dia ditangkap di Bangka Belitung usai 3 bulan masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Usai melakukan aksinya pada September lalu, SLM ini menjadi buron. Berdasarkan laporan keluarga korban kita melakukan penyelidikan dan memburu SLM. SLM kita tangkap ditempat pelariannya di Provinsi Bangka Belitung, kemarin,” kata Ali.

Ali mengatakan Sulaiman diduga telah memperkosa korban di kamar rumah tersangka di kawasan Desa Pangkalan Jaya, Babat Toman, Muba, Jumat (9/7). Sebelum melakukan aksinya, Sulaiman mengajak korban terlebih dahulu untuk menonton film porno. Pemerkosaan itu dilakukan dengan ancaman.

“Atas kejadian itu, keluarga korban baru melaporkan ke Polres Muba pada 4 September 2021 lalu. SLM ini adalah tetangga korban, dia sudah punya istri dan dua anak. Korban yang sedang bermain di depan rumah tersangka itu diajak untuk ke dalam rumah tersangka dan melakukan aksi bejat itu. Modusnya, korban diancam bahwa mereka akan ditangkap polisi jika korban memberitahukan perbuatan bejat tersangka kepada orang tuanya,” ujar Ali.

Sementara, Tedi ditangkap usai memperkosa bocah inisial BM ,12, yang dikenalnya via media sosial. Tedi diduga mengajak korban ke sebuah pondok dan memperkosa korban.

“Kejadian bermula saat korban berkenalan dengan tersangka TP melalui Aplikasi Facebook, tersangka kemudian mengajak korban untuk bertemu dan diiming-imingkan akan diajak jalan oleh tersangka,” kata Ali.

Korban, kata dia, diajak bertemu pada 19 November lalu. Tersangka disebut menjanjikan korban untuk dinikahi.

“Saat di dalam Pondok di kawasan Desa Sri Gunung, Sungai Lilin, Muba, tersebut TP menyetubuhi korban dengan berjani akan menikahi korban. Dari laporan itu, pada 20 Desember kemarin tersangka kita tangkap tanpa perlawanan saat bersembunyi di sebuah SPBU Desa Sungai Lilin,” jelasnya.

“Keduanya kini ditahan dan telah mengakui perbuatannya. Kedua tersangka dijerat dengan pasal Pasal 81 Ayat (2) Jo Pasal 76 D UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, sebagaimana dirubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar,” jelasnya. (RED)