Ilustrasi

Trenggalek, BeritaTKP.com – Bripka ABS, seseorang yang diduga telah melakukan perselingkuhan serta menghamili seorang janda di Trenggalek kini telah dinyatakan bersalah dan divonis demosi atau penurunan jabatan selama tiga tahun. Hal itu diketahui setelah polisi menggelar sidang pelanggaran kode etik.

Wakapolres Trenggalek Kompol Heru Dwi Purnomo selaku ketua sidang kode etik, menyampaikan bahwa sesuai dengan fakta-fakta persidangan yang didukung oleh sejumlah keterangan dari para saksi, Bripka ABS dinyatakan secara sah dan meyakinkan telah melanggar kode etik profesi kepolisian.

“Iya benar, hari ini kami lakukan sidang etik terhadap Bripka ABS, yang bersangkutan kami hukum demosi selama tiga tahun,” terang Heru, Senin (27/12/2021).

Putusan itu diambil dengan mempertimbangkan berbagai aspek dan menelaah sejumlah fakta serta keterangan dalam persidangan.

Heru mengatakan bahwa dengan diberikannya hukuman demosi tersebut, Bripka ABS akan dipindahtugaskan atau dimutasi dari posisi semula. Lokasi mutasi terhadap Bripka ABS akan ditentukan lebih lanjut.

Hukuman demosi tersebut juga akan berpengaruh langsung terhadap karir yang bersangkutan. “Penundaan kenaikan pangkat pasti akan terjadi,” papar Heru.

Selain hukuman demosi, Bripka ABS juga diwajibkan untuk meminta maaf kepada institusi kepolisian atas kesalahan yang ia perbuat.

Untuk hasil sidang kode etik tersebut, Heru mengaku Bripka ABS menyatakan menerima dan mengakui kesalahannya tersebut. Yang bersangkutan juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya kembali.

“Karena Bripka ABS menerima putusan itu, maka perkaranya telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah,” tuturnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kasus yang menjerat Bripka ABS ini diketahui setelah AT ,36, seorang wanita asal Kecamatan Trenggalek yang mengaku sebagai selingkuhannya melapor ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Jatim. Dalam laporan itu AT mengaku telah menjalin hubungan gelap dengan Bripka ABS hingga mengandung.

AT mengaku jika Bripka ABS enggan bertanggung jawab atas kehamilannya. Bahkan AT sempat diminta untuk menggugurkan kandungannya. (k/red)