Pitrad berkedok Salon di Tunjungan Dibiarkan Beroperasi

arah-masuk
jalan masuk menuju Ruko Pijat Simphony Tunjungan

Surabaya, BeritaTKP.Com – Makin maraknya Bisnis Lendir semakin Berani, Seharusnya Pemkot Surabaya berani bersikap tegas bila ada penyalahgunaan surat izin yang diberikan untuk usaha. Data yang diperoleh Berita TKP tentang  permohonan izin yang seharusnya Symphony untuk “salon” namun kenyataan malah jadi ajang Maksiat.

Bila kita browsing di internet nama Symphony Surabaya yang akan muncul sebagai usaha salon di Jalan Tunjungan. Namun jangan berharap ada tukang potong rambut atau kapster di sini. Yang terlihat adalah puluhan wanita berjejer di sofa yang dengan pakaian minim menjadi pertanda bahwa Symphony bukan tempat biasa saja. Bagi para laki-laki  hidung belang jelas bahwa para wanita itu adalah para pelayan birahi yang siap dipesan siapa saja yang mau merogok koceknya. Praktik prostitusi yang sudah berlangsung puluhan tahun itu menjadi bukti bahwa pemiliknya mampu menjaga kesinambungan usaha mesum itu.

Tarif yang dipatok untuk sekali masuk kamar mesum untuk dapat layanan esek-esek sebesar Rp 600 ribu dan itu tidak termasuk tips atau tambahan untuk si perempuan pemuas birahi tersebut,

Kamar yang disiapkan pun lengkap dengan segala yang diperlukan seperti sabun dan handuk. Bahkan untuk pengaman hubungan seks disiapkan kondom. Untuk menjaga agar para wanita itu terdeteksi apakah punya penyakit kelamin setiap minggu diadakan pemeriksaan oleh dokter. Tentu saja pemilik Symphony juga tak mau usahanya hancur karena adanya penyakit mematikan yang diidap wanita pelayan itu. Namun tetap saja penyakit kelamin bisa menyebar dari Symphony.

Dengan tarif layanan yang tidak murah itu, tentu saja laki-laki hidung belang mendapat layanan yang lebih di ranjang. Apalagi bila si wanita diberi tips atau tambahan uang yang banyak maka akan dimanjakan di ranjang.

Kini Symphony bukan hanya melanggar izin tapi juga menggelar praktik prostitusi yang menjadi musuh pemerintah. Semoga Pakde Karwo dan Walikota Tri Rismaharini berani bertindak tegas untuk menutup Symphony Sebab uda menyalahi aturan Perda pemerintah.      @edi