Bojonegoro, BeritaTKP.com – Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian korban tenggelam di Sungai Bengawan Solo, yaitu seorang kakek bernama Paeran ,79, warga asal Lettu Suwolo, Kabupaten Bojonegoro. Pencarian korban terus diperluas hingga radius 15 kilometer.

Proses pencarian hari kedua ini dibagi menjadi tiga Tim Search and Rescue Unit (SRU). SRU pertama melakukan penyisiran di sekitar tempat kejadian musibah yakni di Kelurahan Banjarejo hingga Desa Menilo (Tuban). Terdiri dari BPBD, Damkar, Basarnas, Potensi SAR, MDMC, Brimob, Kodim 0813, Polres dan masyarakat setempat.

SRU kedua melakukan pencarian dari Desa Menilo hingga ke Desa Bogo Kecamatan Kapas. Terdiri dari personel Dishub, Tagana, Sikatan, Destana, LPBI NU, dan dari personel BPBD.

Serta SRU ketiga melakukan pencarian dari Desa Bogo Kecamatan Kapas hingga Desa Sarirejo Kecamatan Balen. SRU ketiga terdiri dari BPBD, MTA, Satpol PP, MDMC, EBR, dan Bina Mulia.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro Ardhian Orianto mengatakan, proses pencarian korban tenggelam melibatkan banyak relawan. Proses pencarian sejauh ini, kata dia tidak ada kendala. Meski tinggi muka air mengalami kenaikan.

“Sejauh ini belum ada kendala pencarian meski tren tinggi muka air naik,” terangnya.

Sekadar diketahui, korban tenggelam di Sungai Bengawan Solo turut Kelurahan Banjarejo RT 06 RW 01 Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, terjadi sekitar pukul 11.00 WIB kemarin saat membuang sampah.

Diduga korban yang sudah tua itu terpeleset hingga terjatuh ke sungai terpanjang di Pulau Jawa. Saat ini korban masih dalam proses pencarian. (RED)