Surabaya, BeritaTKP.com – Sebagai upaya meningkatkan pertahanan antibodi melawan Coronavirus Disease (Covid-19), Komandan Satgas (Dansatgas) Maritime Task Force (MTF) TNI Konga XXVIII-M/UNIFIL, Letkol Laut (P) Abdul Haris bersama dengan seluruh Prajurit KRI Sultan Iskandar Muda (SIM)-367 melaksanakan vaksinasi booster Covid-19 disela-sela waktu sandar di Dermaga Beirut Lebanon.

Kegiatan vaksinasi booster yang dilaksanakan di Loungeroom Tamtama ,pada Jumat (11/3) ini merupakan program kerja TCC atau Troops Contributing Country masing-masing negara. Dalam hal ini Mabes TNI yang diwakilkan oleh Puskes TNI guna melaksanakan program Pemerintah Indonesia dalam penanganan Covid-19 ,terutama bagi prajurit TNI yang melaksanakan misi operasi luar negeri. Pemberian vaksinasi ini merupakan yang ke-3 setelah pemberian dua  suntikan vaksin primer pada  6 bulan sebelumnya di Unifil Hospital-Naquora, Lebanon.

Menurut keterangan Dokter Satgas MTF TNI Konga XXVIII-M/UNIFIL, Lettu Laut (K) dr. Ahmad Lani, vaksin Covid-19 yang diberikan adalah Vaksin Moderna dengan dosis 0,25 ml atau setengah dosis kepada masing-masing prajurit untuk memperkuat imunitas dalam melawan Covid-19. Pada kesempatan yang sama, Letkol Abdul Haris menekankan kepada seluruh prajurit untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan secara benar selama vaksinasi berlangsung.

“Tujuan utama pelaksanaan vaksinasi booster ini adalah agar seluruh prajurit Satgas mendapatkan imunitas yang lebih tinggi dalam melawan Covid-19, apalagi saat ini Satgas masih berada di daerah misi Lebanon dan menuju akhir penugasan kembali ke Tanah Air Indonesia. Selain untuk mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam penanganan Covid-19, kegiatan ini dilaksanakan juga sebagai implementasi perintah Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Yudo Margono kepada seluruh jajaran TNI Angkatan Laut sebagai garda terdepan, harus selalu ikut berperan aktif dalam mendukung dan mensukseskan program pemerintah dalam pencapaian vaksinasi untuk mencegah dan menghentikan laju pertumbuhan virus Covid-19 sekalipun  sedang berada di daerah operasi,” tutup Abdul Haris. (RED)