Kediri, BeritaTKP – Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho, S.I.K, dampingi Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mengantarkan korban pengeroyokan melaporkan kejadian itu ke Polres Kediri. Setidaknya, ada empat warga yang menjadi korban dan membuat laporan polisi, Selasa (15/03/22) malam.

“Saya mengecam aksi tersebut. Korban kebetulan massage ke saya dan saya sampaikan supaya tidak perlu takut melaporkan kejadian ke Polres,” kata Mas Dhito saat mengantar korban membuat laporan ke Polres Kediri.

Sementara itu, Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho, menyampaikan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan itu untuk dilakukan penyelidikan. Untuk mengumpulkan alat bukti, kepolisian akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, karena CCTV dalam hal ini sangat membantu Dalam kasus tersebut, gerombolan pelaku berjumlah sekitar 50 hingga 100 orang.

Untuk membantu kepolisian mengungkap kasus itu, pihaknya akan menyerahkan rekaman closed circuit television (CCTV) milik Dinas Perhubungan ke kepolisian.

“CCTV akan kita serahkan kepada pihak kepolisian untuk dicari tahu dari nomor polisi yang ada. Termasuk, ciri-ciri lain,” ungkap Bupati Kediri.

“Kita sedang kumpulkan alat bukti di sepanjang jalan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kapolres Kediri menyampaikan, bahwa Kabupaten Kediri, masih aman. Pihaknya siap mengamankan Kabupaten Kediri, untuk mengantisipasi kejadian terulang, kegiatan patroli akan ditingkatkan.

“Ke depan kita akan tingkatkan patroli, dengan jajaran Polsek dan juga Satpol PP. Selain kamtibmas, kita juga akan patroli prokes,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pada hari Minggu (13/03/2022) dini hari, dalam kejadian itu, gerombolan pelaku yang mengendarai sepeda motor melaju dari arah Pare menuju ke arah Kediri. Setibanya di sekitar Gedung Serbaguna PCNU Desa Sukorejo, Kecamatan Gurah, gerombolan pelaku menghadang pengendara motor dari arah Kediri. Salah satu korban berinisial B, warga Kecamatan Puncu, menceritakan bahwa waktu itu dia bersama teman-temannya yang berjumlah delapan orang hendak pulang dari nongkrong di Simpang Lima Gumul. Dalam perjalanan, mereka dihadang kelompok pelaku dan dikeroyok.(Hmsres/Muryati)