DEPOK, BeritaTKP.com – Dua pria berinisial KA ,32, dan MY ,23, ditangkap oleh Polsek Bojongsaru Depok, usai terciduk mengedarkan sabu-sabu.

Polisi mengungkapkan kedua pelaku dalam melancarkan aksinya bekerja sama dengan seorang narapidana yang masih mendekam di dalam lapas.

Kasubbag Humas Polres Metro Depok, Kompol Supriyadi menerangkan kedua pelaku ditangkap oleh aparat Polsek Bojongsari saat akan mengantarkan sabu-sabu di daerah Cinangka dan Parung, pada Kamis, 17 Maret 2022.

“KA diamankan di daerah Cinangka, semantara MY diamankan di daerah Parung. Keduanya sama sama mendapatkan barang tersebut dari seseorang,” kata Supriyadi.

Dari tangan kedua pelaku, Supriyadi mengatakan polisi menyita barang bukti berupa sabu-sabu seberat 4,27 gram dalam bentuk 16 paket kecil yang siap diedarkan.

Selain itu satu unit ponsel, satu unit timbangan elektrik, alat hisap, dan tiga buah korek gas turut diamankan aparat kepolisian.

“Mereka mengemas sabu dalam ukuran kecil-kecil yang kemudian diedarkan dengan nilai jual Rp 110 ribu hingga Rp 150 ribu per paket,” tuturnya.

Supriyadi menuding para pengedar tersebut menyasar anak-anak muda yang ada di wilayah Depok dan Bogor.

Ia juga menyebut kedua pelaku sudah mengedarkan barang haram itu selama satu tahun ke belakang. Namun, pihaknya masih akan memeriksa pelaku untuk mendalami peran keduanya.

Kapolsek Bojongsari Kompol M Ronny mengatakan tersangka KA mengaku mendapatkan sabu dari salah seorang narapidana di Lapas Gunung Sindur.

Barang tersebut pelaku beli seharga Rp800 ribu sebanyak 10 paket kecil

Sedangkan satu pelaku lagi MY, lanjut Ronny, mengaku mendapatkan pasokan narkoba dari seseorang di Lapas Pondok Rajeg. Tersangka membeli sabu-sabu seberat 5 gram dengan harga lima juta rupiah.

“Enam paket seharga Rp 300 ribu dan empat paket seharga Rp 500 ribu,” ucap Ronny.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku dijerat dengan ancaman kurungan penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

“Mereka kita kenakan Pasal 114 juncto Pasal 112 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” kata Ronny.(RED)