Banten, BeritaTKP.com – Salah unit kios yang berada di Kabupaten Tangerang, Banten, hangus terbakar pada Rabu (30/3) pagi tadi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun seluruh barang dagangan dan peralatan yang berada didalam toko itu tidak dapat terselamatkan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Damkar Kabupaten Tangerang Abdul Munir menerangkan, kebakaran kios itu sudah dipadamkan.

“Api telah berhasil kita padamkan. Persis kejadiannya sekitar pukul 04.30 WIB,” terang Abdul Munir dikonfirmasi, Rabu (30/3).

Kebakaran itu diduga disebabkan dari korsleting atau hubungan arus pendek listrik. Namun, api tidak sampai merembet ke area toko lainnya.

“Tidak ada korban luka, hanya kerugian materiil dari toko makanan ringan yang terbakar itu saja. Taksiran kerugian hingga Rp 200 juta, berupa makanan – makanan ringan dan sosis-sosis,” jelas dia.

Munir menjelaskan, tidak meluasnya kebakaran di pasar itu, karena kesigapan pengelola pasar Kronjo, yang segera menghubungi petugas pemadam kebakaran setelah mengetahui adanya api dari area toko.

“Itu awalnya diketahui petugas keamanan pengelola pasar, yang saat itu sedang melakukan patroli. Untungnya, saat api belum membesar, petugas bisa segera bergerak dan memadamkan api. Hanya satu unit yang kita turunkan,” jelas dia. (RED)

Banten, BeritaTKP.com – Salah unit kios yang berada di Kabupaten Tangerang, Banten, hangus terbakar pada Rabu (30/3) pagi tadi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun seluruh barang dagangan dan peralatan yang berada didalam toko itu tidak dapat terselamatkan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Damkar Kabupaten Tangerang Abdul Munir menerangkan, kebakaran kios itu sudah dipadamkan.

“Api telah berhasil kita padamkan. Persis kejadiannya sekitar pukul 04.30 WIB,” terang Abdul Munir dikonfirmasi, Rabu (30/3).

Kebakaran itu diduga disebabkan dari korsleting atau hubungan arus pendek listrik. Namun, api tidak sampai merembet ke area toko lainnya.

“Tidak ada korban luka, hanya kerugian materiil dari toko makanan ringan yang terbakar itu saja. Taksiran kerugian hingga Rp 200 juta, berupa makanan – makanan ringan dan sosis-sosis,” jelas dia.

Munir menjelaskan, tidak meluasnya kebakaran di pasar itu, karena kesigapan pengelola pasar Kronjo, yang segera menghubungi petugas pemadam kebakaran setelah mengetahui adanya api dari area toko.

“Itu awalnya diketahui petugas keamanan pengelola pasar, yang saat itu sedang melakukan patroli. Untungnya, saat api belum membesar, petugas bisa segera bergerak dan memadamkan api. Hanya satu unit yang kita turunkan,” jelas dia. (RED)