SURABAYA, BeritaTKP.com – Mahasiswa Program Studi (Prodi) S1 Teknik Komputer Universitas Dinamika (STIKOM Surabaya) angkatan 2021 menggelar Pameran Gelar Karya Future Smart Mall. Acara yang merupakan keberlanjutan dari kegiatan Newcomer Gen31 ini bertujuan untuk lebih mengenal bidang keilmuan Prodi S1 Teknik Komputer demi tercapainya prestasi-prestasi yang dihasilkan oleh angkatan terbaru.

Tema Future Smart Mall ini dipilih karena para mahasiswa ingin memberikan inovasi pada beberapa bagian yang ada di ruang publik, salah satunya adalah Mall untuk bisa memfasilitasi para pengunjung dengan mengurangi kontak fisik demi menurunkan tren virus Covid-19. Pada kegiatan ini terdapat 4 divisi yang mempresentasikan hasil prototype dari tugas besar yang dibuat selama satu semester ke belakang diantaranya adalah Divisi Toilet dan Toko, Divisi Lobby, Divisi Tong Sampah serta Divisi Parkiran. Bayu Krisna, salah satu perwakilan dari Divisi Toilet dan Toko mempresentasikan prototype sistem buka tutup pintu toilet tanpa sentuh serta penghitung dan pembatas jumlah pengunjung toko secara otomatis.

“Prototype ini tujuannya untuk pencegahan Covid-19 di lingkungan mall yang pelaksanaan kurang maksimal, khususnya di lingkungan toilet dan toko yang terkadang pengunjung masih harus menyentuh gagang pintu,” ujar mahasiswa angkatan 2021 ini. Prototype yang dibuat oleh Bayu dan kelima temannya yang lain ini menghabiskan waktu selama dua bulan. Adapun cara kerja prototype ini adalah pengunjung yang akan masuk kedalam toilet harus mendekatkan tangan ke sensor inframerah yang tersedia. “Setelah mendekatkan tangan pada sensor, maka pintu akan terbuka secara otomatis selama 3 detik sebelum pintu menutup dan mengunci kembali,” tutur Bayu.

Selain itu, Bayu dan teman-temannya juga menambahkan inovasi prototype pada bilik-bilik toilet yaitu memberikan sensor gerak/PIR yang tidak akan bisa dibuka oleh orang lain dari luar. “Lalu setelah pengunjung selesai menggunakan toilet maka harus menonaktifkan sensor inframerah dengan mendekatkan tangan ke sensor, maka pintu akan terbuka dan toilet siap digunakan oleh pengunjung lainnya,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, Bayu juga menjelaskan cara kerja prototype sistem penghitung dan pembatas jumlah pengunjung toko otomatis yaitu dengan menggunakan sensor inframerah yang diletakkan di jalur masuk dan jalur kelar. Jika pengunjung melewati sensor di jalur masuk, maka akan ada penambahan jumlah pengunjung yang masuk di layar notifikasi. “Sebaliknya jika ada pengunjung yang melewati sensor inframerah dijalur keluar maka jumlah pengunjung akan berkurang secara otomatis,” ungkapnya. Selain itu Bayu juga menerangkan bahwa jika jumlah pengunjung toko sudah mencapai batas yang ditentukan maka pintu toko akan menutup secara otomatis.

Bayu sangat senang dengan diadakannya kegiatan ini karena menjadi pembelajaran bagi mahasiswa baru terkait bidang IoT secara formal. “Saya berharap prototype yang kami buat ini dapat diapresiasi dan didukung oleh masyarakat sehingga dapat terus mengembangkan prototype dan memberi banyak manfaat,” tutur Bayu.

Disisi lain, Pauladie Susanto selaku Kaprodi Teknik Komputer Undika mengungkapkan rasa bangganya karena para mahasiswa angkatan 2021 dapat belajar banyak hal. “Mereka telah berani berbuat sesuatu di ranah akademik, bahkan materi perkuliahan miliki kakak angkatan pun dipelajari untuk menghasilkan prestasi dan karya,” kesan Pauladie. Ia pun berharap para mahasiswa mau terus mencoba dan berjuang untuk menorehkan prestasi yang lebih besar diranah lokal, regional, nasional bahkan internasional agar dapat menjadi pemicu semangat dan motivasi untuk dicapai. (RED)