Lamongan, BeritaTKP.com – Jalan poros Sukodadi-Plembon mengalami kerusakan yang cukup parah. Apalagi, beberapa hari terakhir ini kepadatan kendaraan berat di jalan tersebut semakin meningkat akibat pengalihan arus yang terjadi pasca jembatan Ngaglik 1 ambles.

Tak hanya pecah, jalan tersebut bahkan dipenuhi kubangan maut. Sejumlah kendaaran pun banyak yang terperosok saat melintasinya. Tercatat, dalam sepekan ini setidaknya sudah ada 3 truk yang terguling di kawasan setempat.

“Iya. Selama lima hari saja, sudah ada 3 kendaraan yang ambles dan terguling di ruas jalan Menongo ini,” kata Lia, salah seorang warga Kecamatan Sukodadi kepada wartawan.

Menanggapi kerusakan jalan ini, Kepala Dinas PU Bina Marga Lamongan, Sujarwo membenarkan, bahwa banyak kendaraan yang bertonase melebihi ketentuan kapasitas jalan nekat melintasi jalan kelas III tersebut. Sehingga kerusakan jalan pun tak bisa dihindarkan.

“Para sopir kendaraan sebaiknya menyadari dengan kondisi jalan di Lamongan. Jika lebih dari ketentuan seharusnya lewat jalan Daendels Pantura saja, karena semakin rusak parah,” ungkap Sujarwo.

Diketahui sebelumnya, jalan ini juga pernah terendam banjir akibat tingginya intensitas hujan yang melanda kawasan setempat. Saat itu, ketinggian air banjir mencapai sekitar 50 hingga 60 centimeter. Sehingga, hal ini cukup mengganggu aktifitas warga.

Menurut Sujarwo, penanganan darurat di jalan setempat sudah pernah dilakukan, meski kini kembali dipenuhi lubang, yakni berupa pengurukan deltu agar sejumlah lubang yang menganga di kawasan jalan setempat bisa ditutup, hingga tak lagi mengancam keselamatan warga yang melintas.

Sujarwo juga menuturkan, jika jalan tersebut mendapat anggaran untuk ditinggikan dan dicor pada tahun 2022. Nantinya, imbuh Sujarwo, jalan Sukodadi-Plembon ini akan dilakukan peningkatan, dengan konstruksi CBC atau cor beton sepanjang 900 meter.

 “Nantinya akan dilakukan peningkatan di jalan tersebut, yakni sepanjang 900 meter dengan pagu anggaran Rp 2,9 miliar. Jalan tersebut akan dibangun bersama sebanyak 130 ruas jalan lainnya di Lamongan,” kata Sujarwo.

Mengenai kepastian realisasi pembangunan jalan tersebut. Sujarwo menjelaskan, jika pihaknya masih menunggu selesainya proyek Jembatan Ngaglik 1 (Balun) terlebih dahulu. Pasalnya, jika perbaikan dipaksakan sekarang, maka ongkos yang dibutuhkan lebih besar.

“Proses lelangnya sudah tanggal 9 Maret 2022 kemarin, mas. Sekarang tahap evaluasi penawaran. Kita tunggu lah pengerjaan Jembatan Balun selesai. Menunggu proyek jalan nasional selesai karena untuk kepentingan yang lebih besar,” pungkasnya. [ndaa/red]