Jakarta, BeritaTKP.com – Anggota Satpol PP DKI Jakarta lakukan razia Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Sebanyak 20 PMKS yang berada di sekitar kawasan Jakarta Pusat, telah diamankan.

“Iya, ada razia 20, tapi yang mimpin provinsi, kalau khusus pusatnya nanti malam,” kata Kasatpol PP Jakpus Bernard Tambunan, Kamis (7/4/2022).

Bernard mengatakan 20 PMKS itu diamankan di Menteng dan di kawasan lainnya di Jakpus. Dia menyebut mereka dibawa ke panti sosial.

“Iya, ada yang di Menteng, ada yang di mana. Dibawa ke (panti) sosial,” katanya.

Nantinya di Panti Sosial Kedoya mereka akan didata dan ditangani lebih lanjut. Kegiatan itu dilakukan oleh petugas gabungan dari Satpol PP, Dinas Sosial, TNI-Polri, dan Dinas Kesehatan.

“Sebanyak 20 orang PMKS, yang rata-rata mangkal dengan gerobak di pinggir-pinggir jalan, ditangkap dan diamankan oleh petugas,” tulis akun Instagram Satpol PP DKI, @satpolpp.dki.

Kegiatan razia tersebut dalam rangka penyelenggaraan ketertiban umum DKI Jakarta. Penindakan itu berlangsung mulai pukul 21.00-23.00 WIB.

Sebelumnya diberitakan, Satpol PP DKI Jakarta menyiapkan sanksi tegas bagi pihak yang memobilisasi pengemis ke Jakarta saat Ramadan 1443 Hijriah. Sanksi tersebut berupa kurungan hingga denda.

“Sanksinya itu pidana kurungan paling lama 90 hari dan denda setinggi-tingginya Rp 30 juta,” kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin, seperti dilansir Antara, Sabtu (2/4).

Hal ini diungkapkan Arifin menyusul penilaian Satpol PP DKI Jakarta yang melihat adanya aktor terkait ramainya PMKS, termasuk pengemis, saat Ramadan.

Penilaian ini, menurut Arifin, berangkat dari aduan masyarakat yang mengindikasikan ada pihak yang memobilisasi warga daerah untuk menjadi pengemis di Jakarta selama Ramadan.

Adapun sanksi yang dijatuhkan kepada PMKS, termasuk pengemis, yang melakukan aktivitas pada Ramadan, adalah pidana kurungan paling lama 60 hari.

“Dapat dikenakan sanksi pidana kurungan, paling lama itu 60 hari. Sedangkan sanksi denda itu maksimal Rp 20 juta,” tutur Arifin.

Satpol PP juga akan memberi edukasi terhadap para pengemis yang terjaring dan masyarakat. Sebab, kegiatan mengemis selama Ramadan dinilai menjadi kebiasaan. (RED)