Semarang, BeritaTKP.com – Seluruh mahasiswa di Semarang, Jawa Tengah Merasa kecewa dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Audiensi yang mereka harapkan dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) maupun DPRD Jateng tidak berbalas.

Ratusan massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisarit UIN Walisongo Semarang akhirnya pulang dengan kekecewaan tanpa ada satu pihak yang menerima aspirasi dari demonstrasi yang dilakukan.

Ketua PMII UIN Walisongo Khoirul Fajri Asyihab mengaku sudah melayangkan surat pemberitahuan yang ditujukan kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Ketua DPRD.

“Tidak ada tanggapan dan tidak ada respons. Saya tidak tahu kenapa,” kata Fajri, Jumat (8/4) Dia mengatakan target demonstrasi yang digelar adalah menyampaikan aspirasi rakyat kepada Pemprov dan legislator di daerah untuk disampaikan ke Pemerintah Pusat.

“Jadi target kami ada dialog, di mana dialog tersebut mampu menampung aspirasi rakyat yang notabene hari ini kami wakilkan,” jelasnya.

Fajri mengaku membawa massa 360 mahasiswa. Jika dalam aksi kali ini tidak membuahkan hasil, dia mengancam akan membawa massa yang lebih banyak.

“Jika kemudian tidak ada respons yang diberikan, kami akan melakukan aksi yang lebih besar lagi daripada ini,” jelasnya.

Demo mahasiswa Semarang berlangsung menegangkan. Massa yang kecewa lantaran tak ada audiensi kemudian membakar ban di depan Gubernuran.

Aksi dorong-dorongan antara massa dan aparat kepolisian sempat terjadi ketika para mahasiswa mencoba masuk ke Kompleks Gubernuran.

Sejumlah tuntutan mahasiswa Semarang:

  1. Tangkap mafia minyak goreng
  2. Menolak wacana penundaan Pemilu 2024
  3. Menolak wacana Jokowi 3 periode 4. Menolak wacana kenaikan harga Pertalite dan LPG 3 kilogram 5. Menolak kenaikan PPn

“Ini ekspresi PMII UIN Walisongo yang melihat keadaan Indonesia sedang tidak baik-baik saja,” katanya. (RED)