Jakarta, BeritaTKP.com – Maraknya kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan di Indonesia selalu menjadi isu yang tak akan ada habisnya untuk diperbincangkan di tengah masyarakat.

Maraknya kasus dan penanganan hukum yang masih belum efektif menghapuskan kejahatan seksual terhadap anak jadi salah-satu penyebabnya.

Baru-baru ini, beredar video viral polisi wanita sedang memaki habis-habisan seorang narapidana. Pasalnya pria berinisial JD itu tega menggauli anak kandungnya sendiri yang baru menginjak usia 7 tahun.

Video pertama kali diunggah oleh akun adekboreg1976 di platform TikTok. Rekaman tampak diambil di meja pemeriksaan perkara, di kantor kepolisian.

“Ibu garda terdepan melindungi anak2 nya, hati-hati. Karena kejahatan bukan dari niat pelaku, tapi karena adanya kesempatan. WASPADA. Segera lapor ke pihak berwajib apabila dijumpai adanya kejahatan, jangan takut,” kata pemilik akun, , Sabtu, 9 Maret 2022.

Warganet seketika meramaikan unggahan TikTok yang dibagi ke dalam dua part itu. Hingga kini, video pertama sudah ditonton sebanyak 23,9 juta kali, sedang video kedua sebanyak 6,6 juta kali.

Pelaku diketahui berusia berusia 51 tahun. Dia mengaku selalu menggunakan modus memandikan anak untuk melakukan aksi cabulnya di kamar mandi.

Aksi itu sudah terjadi sebanyak 4 kali sejak 2021. Korban biasanya diberi jajan Rp2000 tiap sehabis digauli dan diancam akan dipukul jika berani mengadu.

Petugas wanita yang melakukan pemeriksaan diketahui adalah Kasi Datun Kejaksaan Negeri Padang Lawas, Sumatera Utara, Edek Mery Siregar.

Dalam video rekaman itu, dia habis mencaci maki tersangka, dan menyatakan kemarahan yang amat sangat hingga tangannya gemetar selama proses wawancara.

“Kenapa kau selera sama anakmu, di mana imanmu? Binatang kau itu? Tak ada perasaanmu sama anak kandungmu itu? Pingin aku pukul kau tapi ga sanggup aku, gemetar tanganku ini,” ujarnya.

“Kenapa kau tega dengan anak kandungmu sendiri, Silap kau bilang?! Empat kali kau bilang silap, itu kurang ajar namanya. Silap itu perkara sebentar,” ucapnya.

Tersangka terancam mendapat hukuman maksimal 20 tahun penjara atas undang-undang perlindungan anak.

Edek Mery Siregar mengkonfirmasi tersangka kemungkinan besar mendapat hukuman maksimal karena merupakan ayah kandung korban pencabulan yang seharusnya bersikap melindungi. (RED)