Lamongan, BeritaTKP.com– Seorang pria bernama Mufid Khoiri (36), asal Desa Badurame Kecamatan Turi diciduk polisi usai membobol salah satu toko dan rumah di Lamongan.

Aksi ini ia lakukan saat sang pemilik sedang menunaikan salat tarawih di masjid. “Iya, sebenarnya kejadian pencuriannya terjadi pada Jumat (8/4/2022) lalu saat semua penghuni rumah pergi ke masjid untuk salat tarawih,” ujar Kasi Humas Polres Lamongan Ipda Anton Krisbiantoro kepada wartawan, Senin (11/4/2022).

Diketahui, toko yang dibobol oleh pelaku tersebut berdempetan dengan rumah pemiliknya yang bernama Mashudi (50), warga Desa Sukolilo Kecamatan Sukodadi, Lamongan. Pelaku mengaku, ia tak seorang diri saat beraksi, ditemani inisial SS, warga Menongo, Sukodadi yang kini masih buron.

Menurut Anton, aksi pencurian yang dilakukan pelaku ini dengan cara merusak pintu utama rumah milik korban. Setelah berhasil masuk, lalu pelaku menggondol 3 HP dan sejumlah barang lainnya dari dalam rumah korban.

Selang beberapa waktu kemudian, pemilik rumah dan keluarganya kembali pulang usai salat tarawih. Namun, setibanya di depan rumah, korban menaruh curiga saat mendapati pintu utama rumahnya sudah dalam kondisi terbuka.

Korban dan keluarga lalu segera masuk rumah dan mengecek sejumlah barang di dalamnya. Ternyata, mereka menyadari bahwa rumahnya baru saja disatroni oleh pencuri.

Sementara itu, Anton menjelaskan, setelah puas menggondol sejumlah barang milik korban, pelaku kabur. Selain itu, tutur Anton, pelaku juga sempat menjual 2 HP yang ia curi.

Tak cukup itu, untuk menghilangkan jejaknya biar tak terendus, pelaku meminta bantuan seorang temannya, berinisial DA, agar mengubur 1 sisa HP curiannya di pekarangan rumah.

Sayangnya, upaya pelaku tersebut tak membuahkan hasil dan jejaknya tetap mampu diendus oleh polisi. Akhirnya ia ditangkap saat sedang sembunyi di rumahnya yang ada di Desa Badurame Kecamatan Turi.

“Tersangka Mufid tak berkutik saat ditangkap dan mengakui semua perbuatannya saat diperiksa oleh penyidik. Ia diamankan beserta barang buktinya berupa HP dan uang tunai senilai Rp 500 ribu,” imbuh Anton.

Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut, terungkap bahwa selain mencuri 3 HP, ternyata pelaku juga menggasak sejumlah rokok di antaranya, rokok LA sebanyak 10 stang dan rokok Djarum 76 sebanyak 40 stang.

Masih kata Anton, sebagian rokok hasil curian ini ada yang masih dititipkan oleh pelaku di rumah seorang temannya di wilayah Paciran.

“Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian Rp 15 juta. Tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan,” jelasnya.[ndaa/red]