Lumajang, BeritaTKP.com – Ramadhan tahun ini dirasakan berbeda oleh ratusan warga yang berada di lereng Gunung Semeru Lumajang. Mereka harus menjalankan ibadah di tengah keterbatasan di posko pengungsi erupsi Semeru.

Mereka menjalankan puasa di posko pengungsian yang berada di lapangan Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Lumajang. Begitu pula dengan momentum buka puasa yang digelar secara sederhana di sini.

“Untuk Ramadan tahun ini berbeda dari sebelumnya, karena saya harus tinggal di posko pengungsian akibat erupsi Gunung Semeru. Rumah sudah tidak bisa ditempati karena rusak,” ujar salah satu pengungsi Salamah, Selasa (12/4/2022)

Meski tak betah, namun tak ada pilihan lagi bagi Salamah. Dia pun berharap hunian sementara hingga hunian tetap bisa segera ditempat.

Petugas Tagana terlihat menyiapkan menu berbuka puasa dan sahur di dapur umum bagi ratusan pengungsi.

Saat para pengungsi erupsi Gunung Semeru salat tarawih Foto: Nurhadi Wicaksono
Usai berbuka dengan menu sederhana, para pengungsi kemudian bersiap-siap menjalankan salat tarawih di Masjid Darurat At Taqwa yang berada di posko pengungsian. Meski berada di posko pengungsian, mereka tetap khusyuk menjalankan ibadah.

Sementara untuk mengusir rasa jenuh para pengungsi, mereka diberi kegiatan pelatihan membuat olahan produk makanan, keterampilan menjahit hingga membuat kerajinan. Selain itu, ada pula tempat bermain anak-anak yang bisa digunakan untuk mengisi waktu luang.

Jumlah pengungsi yang berada di lapangan penanggal ini 315 jiwa. Kebutuhan konsumsi buka puasa dan sahur disiapkan tim tagana di dapur umum. Kegiatan mereka di bulan suci Ramadan ini kalau pagi ada yang ke sawah, membuat kerajinan, menjahit, membuat olahan kue,” ujar Kordinator Posko Pengungsian Lapangan Penanggal Yan Haryanto.

Kendati demikian, para pengungsi erupsi Gunung Semeru yang sudah 5 bulan tinggal di posko berharap, mereka bisa segera pindah dan tinggal di hunian tetap yang kini masih dalam proses pembangunan oleh Kementrian PUPR RI.

“Tinggal di posko pengungsian ini sudah 5 bulan, harapannya bisa segera pindah ke hunian tetap karena rumah saya sudah rusak akibat erupsi Gunung Semeru,” harap salah satu pengungsi Fatoyah.[ndaa/red]