Lamongan, BeritaTKP.com – Warga Lamongan nekat mengakhiri hidupnya di pohon mangga area tambak miliknya. Diduga Mansur (52) warga Desa/Kecamatan Turi, ini bunuh diri depresi karena sakit berkepanjangan.
Informasi yang dihimpun, korban ditemukan tergantung di pohon mangga di tambak miliknya oleh sang menantu yang sedang mencarinya.

“Semula korban pada Selasa malam (12/4/2022) sekira pukul 18.30 WIB keluar rumah menggunakan sepeda angin,” kata Kasi Humas Polres Lamongan Ipda Anton Krisbiantoro kepada wartawan di Mapolres Lamongan, Rabu (13/4/2022).

Saat ditunggu hingga hampir tengah malam, korban yang diketahui sering mengeluh sakit itu ternyata tak juga pulang ke rumah. Menantu korban, Budi Sampoerna dan istrinya yang bernama Khotimah pun berusaha mencari keberadaan korban.

“Mendekati tengah malam, korban ditemukan di tambak miliknya sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan cara gantung diri di atas pohon mangga,” ujarnya.

Melihat korban yang menggantung di pohon mangga, ungkap Anton, saksi kemudian meminta tolong warga untuk membawa korban ke rumah sakit dan melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Diduga, korban mengalami depresi mental karena sakit berkepanjangan. Sebelumnya Desember 2021, korban diketahui juga pernah melakukan percobaan bunuh diri. Namun, hal ini digagalkan warga.
“Korban sering mengeluh sakit dan pada Desember 2021 korban juga pernah mencoba bunuh diri namun bisa digagalkan oleh warga,” jelasnya.

Dari penyelidikan sementara, di sekitar lokasi kejadian juga ditemukan sejumlah barang bukti. Di antaranya sepeda angin berwarna merah yang dipakai korban, sandal jepit dan tali tampar sepanjang 2 meter yang digunakan korban untuk mengakhiri hidupnya.

“Korban saat ini sudah dimakamkan di pemakaman desa setempat,” pungkasnya.

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.[ndaa/red]