Surabaya, BeritaTKP – Jelang Mudik Lebaran 1443 H tahun 2022, Dilantas Polda Jatim siap bekerja keras untuk melakukan antara lain melakukan pengamanan warga yang mudik aman, lancar dan selamat diperjalanan.

“Pada Operasi Ketupat Semeru 2022 ini kami ditunjuk sebagai pelaksana di lapangan. tentunya tentang kesiapan apa yang harus dilakukan dengan kebijakan mudik yang sudah diperbolehkan,” ujar Dirlantas Polda Jatim Kombes Latief Usman kepada awak media usai mengikuti Rakor Lintas Sektoral yang berlangsung di Gedung Mahameru Mapolda Jatim, Selasa (19/4/2022).

Selain itu, tentunya adanya PCR juga sudah dipermudahkan dalam artian kegiatan itu ada 16,8 juta warga mudik khsususnya di Jawa Timur,” lanjutnya.

Hasil survei berikutnya, moda transportasi yang akan digunakan banyak, adalah mobil penumpang.

“Kalau kita berbicara mobil penumpang maka yang dimaksud adalah perjalanan jarak jauh yang kemungkinan dari Jakarta, Jabar, Jateng atau jabodetabek,” ujarnya.

Bukan lagi pergerakan sepeda motor ini akan menjadi fokus kita bagaimana khususnya mudik yang selamat dulu, mengatur pola jalur yang ada di Jatim.

Diketahui di Jawa Timur akan ada jalur yang diantisipasi. Pertama, Pantura. Kedua, jalur tengah, Ketiga, Bojonegoro. Keempat, jalur tol. Kelima, ngawi. Keenam, magetan. Ketujuh, Pacitan.

Hal itu seluruhnya menuju ke arah timur. Bertumpu di Malang, Surabaya, sampai dengan di Banyuwangi. Tetapi, ingat. Bahwa Surabaya ini juga merupakan pergerakan orang yang akan mudik kembali.

“Antisipasinya kami lakukan sarana prasarana, Insya Allah jembatan Lamongan sudah bisa dilewati. Juga perlu diantisipasi, yang krusial adalah lajur di tol. Di tol kita betul-betul mempersiapkan diri,” katanya.

Menurut Dirlantas Polda Jatim, bahwa ada 23 rest area yang akan kita kelola bagaimana masyarakat yang perjalanan jauh melewati jalur Jatim. Saat setibanya di rest area bisa berjalan nyaman.

Ada 7 titik tol yang akan diwaspadai. Seperti tol Sidoarjo, tol Kejapanan di Waru Gunung, tol Singosari, dan tol Pandaan.

Ketujuh titik ini yang berpotensi menghambat, karena masih berada di dalam jalur tol utama. Seperti di tol Kejapanan, tol Sidoarjo 2.

Kita sudah berkoordinasi dengan pengelola. Bagaimana agar tidak terjadi antrian di pintu pintu tol tersebut.

Da hal itu sudah berkoordinasi dengan mereka (pihak tol) bagaimana kita meminta supaya agar tidak terjadi antrian lebih dari 1 km.

“Apabila terjadi antrian 1 km, saya meminta kebijaksanaan dari mereka. Apakah diloloskan atau mereka menambah (gate). Sehingga apa yang kami sampaikan ini, mereka sudah bisa mengantisipasi,” jelasnya.

Kedua, kita antisipasi untuk operasi keselamatan, yakni pada pengguna sepeda motor. Perlu, disampaikan. Jumlah kecelakaan di Jatim tahun 2020-2021, per hari rata-rata, tercatat 10 orang meninggal dunia (MD).

Dari 10 orang MD ini, kemarin saja momen pembatasan (PPKM/PSBB). Nah apalagi sekarang yang sudah diperbolehkan. “Kami sangat mengharapkan betul kerja samanya, warga masyarakat untuk menjaga keselamatan”.

Untuk itulah, Operasi Keselamatan akan tetap melakukan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas.Ingat penindakan itu, bukannya harus tilang.

Tilang, kita sudah melakukan penindakan secara elektronik. Tidak ada tilang manual. Kita bakal menggunakan 52 Etle mobil tersebar, di 72 titik Etle yang statis ini digunakan.

Janur Kuning

Kemudian, kedua. Hadirnya Polri bersentuhan dengan masyarakat. Kita akan menggunakan apa yang disebut “Janur Kuning”.

Setiap pelanggaran apapun yang terbilang membahayakan. Kita akan edukasi, represif edukatif. Kita akan sosialisasikan, dan kita akan hadapi untuk berikan “Janur Kuning”.

Maksudnya apa Janur Kuning. Yakni mengharapkan betul, jika terpasang Janur Kuning, itu dihimbau lebih hati hati terhadap dirinya.

Dan orang yang melihat ada kendaraan terpasang “Janur Kuning” untuk lebih berhati-hati dengan pengendara tersebut.

Ketiga sehat. Nanti kita akan mendirikan pos kesehatan. Seadainya orang yang mudik belum vaksin Booster akan disiapkan beberapa titik, mungkin bakal ada 9 titik pos pelayanan yang kita akan siapkan, begitu juga di tempat-tempat area publik. Tempat wisata, misalnya.

Tempat wisata akan kita kelola dengan baik, sehingga tempat tersebut aman dari penyebaran Covid, seperti pedulilindungi. Prokes diperketat terhadap tempat-tempat tersebut, seperti rest area, restoran, wisata dll. Inilah mudik sehat.

Kita akan membuat rekayasa lalu lintas, dalam artian, jangan sampai orang berhenti lama. Tujuannya agar tidak terjadi kemacetan. Khsususnya di Malang Raya, sudah kita gladi kemarin, bagaimana upaya kita untuk membuat One Way, kita akan buat satu arah, dan akan menutup, sehingga pembagian arus ini betul-betul bisa lancar.

Ada satu, khususnya di tol, terkait dengan kelancaran. Kita akan benar-benar melihat situasi ini, langkah terakhir yang akan dilakukan.

Seandainya arus lalin dari arah barat, khususnya pemudik ke Surabaya penuh, kita akan buat One Way dari KM 575 sampai dengan Surabaya.

Kita akan buat sedemikian rupa sehingga betul-betul pola pengaturan, khususnya kelancaran akan tetap diperhatikan, kesehatan pun juga mendapat perhatian.

Sementara aturan truk angkutan barang? Untuk truk angkutan barang sudah ada SE dari Menhub. Nanti dikasih.

Ada tempat-tempat yang tidak boleh beroperasi (truk). Mulai tanggal 28 sampai tanggal berapa?.

Tolong disosialisasikan betul-betul. Sehingga para jajaran pun sudah mensosialisasikan apa yang akan kita lakukan. Seperti, rekayasa di tempat mana, pengalihan arus ada di mana, pengaturan di rest area bagaimana, kita sudah sosialisasikan pada masyarakat. Sehingga ini bukan kerja kita saja. Tapi kerja kita bersama.

Menyinggung titik rawan, khususnya arteri? Khusus rawan daerah arteri adalah mengkreng ini sudah diantisipasi betul. Mengkreng terus ke Malang Raya, terus ke Pasuruan, dan penyebrangan Banyuwangi.

“Tempat ini akan menjadi prioritas kita perhatikan betul. Itu menjadi perhatian nasional, akan kita melakukan sedemikian rupa, sehingga tempat-tempat tersebut tidak menjadi permasalahan,” pungkas Dirlantas Polda Jatim mendampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto. (Hmsres/Muryati)