Nganjuk, BeritaTKP – Kapolres Nganjuk AKBP Boy Jeckson, S.H., S.I.K., M.H. mendorong orangtua turut aktif mensosialisasikan bahaya petasan kepada anak-anak. Ia juga berharap perangkat desa berkoordinasi dengan anggota Bhabinkamtibmas dalam melakukan pengawasan serta pencegahan terhadap warga yang bermain petasan.

Hal tersebut disampaikan AKBP Boy Jeckson selepas pelaksanaan razia petasan dan kembang api serentak di seluruh wilayah Kabupaten Nganjuk oleh petugas Polres Nganjuk serta 20 Polsek jajaran, Selasa (26/4/2022).

“Telah banyak yang jadi korban karena petasan dan sering kali di antaranya adalah anak-anak. Kondisi ini jelas memprihatinkan dan harus kita atasi bersama,” kata AKBP Boy Jeckson.

“Karenanya, kita berharap peran aktif orangtua dalam menyampaikan bahaya petasan kepada anak-anak. Begitu juga perangkat desa agar berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dalam mengawasi aktivitas warga sehingga tidak lagi bermain petasan yang membahayakan. Jangan sampai yang muncul adalah penyesalan setelah ada korban akibat ledakan petasan,” ucapnya.

Adapun razia serentak yang digelar Polres Nganjuk menyasar pedagang petasan dan kembang api. Sebanyak puluhan paket petasan diamankan dalam kegiatan tersebut. AKBP Boy Jeckson juga menyebut razia ini sebagai tindak lanjut atas pengungkapan dugaan tindak pidana penyalahgunaan bubuk mesiu pada pertengahan pekan lalu.

Kamis (15/4/2022), unit Resmob Satreskrim Polres Nganjuk berhasil mengamankan seorang pria warga Dusun Banjarsari Kecamatan Ngronggot yang diduga menyimpan dan memperjualbelikan bahan peledak jenis serbuk petasan. Setelah melakukan penyelidikan atas informasi warga terkait hal tersebut, petugas menangkap terduga pelaku yang bernama Candra Setiawan serta mengamankan barang bukti berupa serbuk petasan seberat 6 kilogram. Pelaku serta barang bukti saat ini diamankan di Polres Nganjuk.

AKBP Boy Jeckson menyebut razia petasan dan kembang api ini akan rutin dilakukan, terlebih menjelang Lebaran. Hal ini dilakukan agar tak jatuh korban seperti yang baru-baru ini terjadi di Kediri.

Sebagaimana ramai diberitakan sebelumnya, seorang anak berusia 9 tahun di Desa Blabak Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri mengalami luka parah di tangannya akibat ledakan petasan.

“Kami tidak ingin ada warga Nganjuk, apalagi anak-anak, yang jadi korban selanjutnya. Pengawasan dan razia akan terus ditingkatkan hingga Lebaran nanti,” katanya.(Hmsres/Muryati)