Situbondo, BeritaTKP.com – Hari Raya Idul Adha satu bulan lagi, harga ayam naik hinggal Rp 32 ribu/Kg, padahal sebelumnya masih Rp 25 ribu.

Yuliana, salah satu pedagang daging ayam potong mengakui nominal kenaikan harga daging ayam yang cukup signifikan tersebut. “Naiknya sedikit demi sedikit. Tapi, dalam satu minggu, harganya sudah cukup mahal,” kata Yuliana, pedagang daging ayam di Pasar Mimbaan Baru, Kecamatan Panji, Situbondo.

Foto Ilustrasi

Dia menyebutkan, sekitar lima hari yang lalu, harganya masih Rp 25 ribu. Setelah itu naik Rp 26 ribu. Kemudian naik lagi Rp 29 ribu. “Terakhir di harga Rp 32 ribu perkilogram,” ungkap perempuan yang akrab disapa ibu Yuli itu.

Menurutnya, dampak harga daging yang terus menerus naik, dirinya tidak berani mengambil stok dengan jumlah banyak. Sebab, khawatir pembeli berkurang dan mengakibatkan dagangan tidak laku. Sehingga, mengalami kerugian.

“Kalau harga daging murah saya berani ambil daging hingga 15 kg. Untuk saat ini, karena harganya tidak stabil paling banyak saya sediakan daging enam kilogram saja. Soalnya kalau harganya mahal pembeli banyak yang tidak jadi membeli,” tambahnya.

Hal seperti itu sebenarnya wajar terjadi. Biasanya ketika ada momen-momen tertentu, seperti bulan maulid, hari raya idul fitri dan hari raya Idul Adha. Nah karena satu bulan lagi akan menghadapi Idul Adha, harga daging diprediksi akan terus naik.

“Kalau hari raya Idul Fitri yang lalu, harga tertinggi sampai  Rp 50 ribu, semoga saja Idul Adha kali ini tidak melebihi harga sebelumnya. Soalnya kasihan juga sama pembeli dan saya sebagai pedagang juga sulit untuk melepaskan harga sama pelanggan,” pungkas Yuliana, sambil menghitung hasil dagangannya. (Din/RED)