Sumenep, BeritaTKP.com – Merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tak mempengaruhi harga daging sapi di Pasar Anom Baru Sumenep. Harga daging sapi masih Rp 120 ribu/Kg. Namun para pedagang daging sapi mengatakan jika pembeli sepi dan omzet penjualannya menurun hingga sekitar 50%.

Penjual daging di Pasar Anom Baru Sumenep

Sepinya pembeli daging diduga akibat adanya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Namun wabah PMK tak menurunkan harga daging sapi. Terbukti harga daging sapi super di Pasar Anom Baru Sumenep masih di angka Rp 120 ribu/kg, sedangkan daging biasa atau campuran di kisaran Rp 110-115 ribu per kg.
Sejumlah pedagang mengaku sejak adanya wabah PMK, pembeli daging sapi menurun hingga 50%, sehingga stok penjualan daging juga menurun 50%. Setiap hari pedagang biasanya menghabiskan 3 kuintal daging, sekarang hanya 1,5-2 kuintal. Tetapi harganya tetap Rp 120 ribu.

“Harganya tetap Rp 120 ribu per kg. Sehari kadang habis 2 kuintal, kadang 1,5 kuintal. Kalau dulu kan 3 kuintal, 3,5 kuintal habis sehari,” kata Aminah, salah satu penjual daging sapi, Selasa (14/6/2022).

Pedagang mengaku saat ini setiap akan memotong sapi harus melalui pemeriksaan kesehatan oleh petugas, sehingga sapi yang dipotong harus benar-benar sehat dan tidak boleh ada gejala sakit atau terkena PMK. Pedagang menjamin daging yang dijual di Pasar Anom Baru Sumenep adalah daging lokal Madura.

Beberapa pembeli mengaku tidak khawatir dengan wabah PMK yang terjadi pada sapi. Karena mereka percaya daging sapi yang dijual di pasar semuanya sapi sehat dan dagingnya bagus.

“Endak, endak khawatir, kan dagingnya bagus. Kalau daging sakit kan ada hitam-hitamnya,” kata khusnul khatimah, salah satu pembeli daging. (Din/RED)