Harga Beras Naik, Pemkot Surabaya Salurkan 14 Ton ke Pasar Tradisional

ILUSTRASI.

Surabaya, BeritaTKP.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyalurkan sebanyak 14 ton beras kepada para pedagang yang ada di sejumlah pasar tradisional. Hal ini disebabkan oleh harga beras yang mulai naik sejak musim kemarau melanda.

Salah satu agen beras di Pasar Pucang Anom Surabaya, Anas Saminudin mengatakan jika stok beras saat ini aman. Namun harganya yang naik diperkirakan akan naik lagi pekan depan. “Stok beras masih aman, tapi harganya kurang dinalar. Per sak (25 kg) 2 minggu lalu harga Rp 285 ribu, sekarang Rp 295 ribu, minggu depan katanya Rp 305 ribu. Naiknya karena ga ada panen di petani, musim kemarau juga,” kata Anas, Kamis (31/8/2023).

Beras premium selain merek Bulog, paling mahal harganya Rp 70 ribu per 5 kg. Sementara untuk beras per 5 kg, anas mengaku harga juga naik Rp 3 ribu. “Awalnya Rp 65 ribu sekarang Rp 68 ribu, merek Pinpin Rp 70 ribu. Stabil yang Bulog, tapi kadang stok tipis karena permintaan banyak,” jelasnya.

Jadi, untuk memenuhi stok beras yang ada dipasaran agar tetap aman, Pemkot Surabaya menyalurkan 14 ton beras ke pedagang yang ada di Pasar Genteng Baru, Pucang Anom, Tambahrejo, Soponyono dan Wonokromo.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya, Dewi Soeriyawati mengatakan, pemkot akan terus mengantisipasi terhadap kenaikan harga komoditas beras dengan pendistribusian beras Bulog kepada pedagang di pasar.

Dewi mengatakan, bahwa pihaknya akan terus melakukan operasi pasar beras Bulog setiap hari Rabu dan Sabtu. “Kami memastikan bahwa stok beras di pedagang tercukupi dengan melakukan kegiatan operasi pasar beras Bulog setiap hari Rabu dan Sabtu,” kata Dewi.

Dewi mengatakan, jika ketersediaan beras masih aman. Dengan penyaluran beras Bulog ini diharapkan dapat menekan kenaikan harga. “PD Pasar Surya dan pengelola pasar juga akan melakukan monitoring ke stan-stan yang mendapatkan dropping beras operasi pasar,” pungkasnya. (Din/RED)